Hikmah Shalat Tarawih Dan Puasa Pertama Di Bulan Ramadhan ''''Menurut Imam Asy-Syafi'i '''

 

Foto Ilustrasi Pelaksanaan Shalat Tarawih Pertama
Bulan Ramadhan 1447 Hijriah


Madzhab Syafi'i, Menjelaskan tentang  pahala shalat Tarawih pertama di bulan Ramadhan sering kali merujuk pada hadits-hadits shahih yang menekankan pada pengampunan dosa dan kesucian jiwa.,Dan dijelaskan juga bahwa puasa pertama di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah transisi spiritual yang sangat sakral. Imam Syafi'i menekankan bahwa puasa adalah ibadah "rahasia" antara hamba dan Penciptanya.


Hikmah dan keutamaan (pahala) shalat Tarawih malam pertama menurut perspektif ulama Syafi'iyah:

1. Pengampunan Dosa yang Telah Lalu (Maghfirah)

Pahala yang paling utama dan menjadi landasan dalam Madzhab Syafi'i adalah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

"Barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Hikmahnya: Malam pertama adalah "momen pemutihan". Shalat Tarawih pertama dianggap sebagai titik nol bagi seorang mukmin untuk memulai lembaran baru yang bersih di hadapan Allah SWT.


2. Keluar dari Dosa Bak Bayi yang Baru Lahir

Meskipun sering dikutip dari kitab Durratun Nasihin (yang perlu disikapi dengan bijak secara sanad), para ulama sering menyebutkan bahwa pada malam pertama, Allah mengampuni dosa orang mukmin sehingga ia bersih seperti saat dilahirkan ibunya.

Hikmahnya: Memberikan motivasi psikologis yang kuat agar umat Islam semangat memulai ibadah sejak hari pertama tanpa menunda-nunda.


3. Syiar Islam dan Persatuan 

Imam Syafi'i berpendapat bahwa shalat Tarawih berjamaah (terutama di malam pertama) adalah syiar Islam yang agung dan Mendapatkan pahala 27 derajat dan juga Menghidupkan suasana religius di kampung, yang menurut Imam Syafi'i lebih utama dari pada shalat sendirian di rumah bagi yang mampu ke masjid.


4. Latihan Kedisiplinan (Riyadhah)

Dalam kacamata tasawuf yang sejalan dengan Syafi'iyah, hikmah malam pertama adalah patahnya hawa nafsu. Setelah seharian menahan lapar (jika puasa sudah dimulai) atau bersiap untuk puasa esoknya, Tarawih malam pertama melatih fisik untuk tunduk pada perintah Allah.


Imam Syafi’i

Hikmah dan pahala puasa pertama menurut kacamata Syafi'iyah:

1. Pintu Masuk Menuju Takwa (Madkhal at-Taqwa)

Dalam kitab Al-Umm, inti dari ibadah adalah kepatuhan. Hikmah puasa hari pertama adalah patahnya syahwat untuk pertama kalinya dalam setahun secara serentak.Menjadi langkah awal untuk mendapatkan predikat Muttaqin (orang yang bertaqwa).


2. Bau Mulut yang Lebih Harum dari Misik

Imam Syafi'i sering mengutip hadits qudsi yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa (terutama di hari pertama saat tubuh mulai beradaptasi) lebih harum di sisi Allah dari pada minyak misik ,Hikmah adalah  Allah menghargai setiap pengorbanan fisik hamba-Nya, sekecil apa pun itu.


3. Doa yang Tidak Tertolak (Mustajab)

Menurut ulama Syafi'iyah, doa orang yang berpuasa sangat mustajab, terutama saat detik-detik menjelang berbuka di hari pertama. Allah menjanjikan pengabulan doa bagi mereka yang ikhlas menjalani hari pertama yang biasanya terasa paling berat secara fisik.


4. Kegembiraan yang Tak Terlukiskan

Imam Syafi'i menekankan adanya dua kegembiraan bagi orang berpuasa: saat berbuka dan saat bertemu Allah hikmahnya adalah Merasakan nikmatnya seteguk air saat berbuka di hari pertama memberikan pelajaran tentang rasa syukur atas nikmat yang selama ini kita anggap biasa (sepele).


Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah Menjalankan puasa Ramadhan dan shalat Tarawih pertama adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang bertujuan meningkatkan iman dan takwa. Puasa bersifat wajib, sedangkan Tarawih sangat dianjurkan. Keduanya menjadi awal pembuka kesempatan meraih ampunan, rahmat, dan pahala besar di bulan suci Ramadhan.

Catatan: Sama Sama masih belajar dan silahkan komen di bawah!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar supaya lebih bagus lagi artikelnya!