![]() |
| Tausiyah Dari Pengawas PAI Kota Cimahi, |
Penjelasan utama mengenai puasa Ramadan dalam Al-Qur'an terpusat pada Surah Al-Baqarah ayat 183-185.
1. Perintah Kewajiban Berpuasa (Ayat 183)
Ayat ini adalah landasan hukum (dalil) paling utama yang mewajibkan puasa bagi orang beriman.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba 'alaikumus-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna min qablikum la'allakum tattaqūn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
2. Keringanan bagi yang Sakit & Musafir (Ayat 184)
Al-Qur'an menjelaskan bahwa agama Islam tidak memberatkan hamba-Nya yang sedang mengalami kesulitan fisik.
أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Ayyāmam ma'dūdāt, fa man kāna minkum marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar.
Artinya: "(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain."
3. Ramadan sebagai Bulan Al-Qur'an (Ayat 185)
Ayat ini menjelaskan alasan mengapa bulan Ramadan begitu istimewa, yaitu karena turunnya wahyu pertama.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur'ānu hudal linnāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān.
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)."
4. Penegasan Kemudahan dari Allah (Ayat 185 - Lanjutan)
Allah swt menutup rangkaian perintah ini dengan menegaskan kasih sayang-Nya.
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usr.
Artinya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
hadis-hadis Nabi Muhammad Saw yang secara spesifik menjelaskan tentang perintah dan kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadan.
1. Hadis Puasa sebagai Pilar Utama (Rukun Islam)
Hadis ini menegaskan bahwa puasa Ramadan adalah salah satu dari lima pondasi tegaknya agama Islam.
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Buniyal islaamu 'alaa khamsin: syahaadati alla-ilaaha illallaahu wa anna muhammadan rasuulullaahi, wa iqaamish-shalaati, wa iitaa-iz-zakaati, wal hajji, wa shaumi ramadhaana.
Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hadis Perintah Melihat Hilal (Penentuan Waktu)
Hadis ini berisi perintah teknis kapan umat Islam harus mulai dan mengakhiri kewajiban puasa.
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ
Shuumuu liru-yatihi wa afthiruu liru-yatihi.
Artinya: "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal/bulan sabit Ramadan) dan berbukalah (lebaran) karena melihatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Hadis tentang Kewajiban yang Mutlak
Dalam sebuah riwayat, seorang Arab Badui bertanya tentang apa yang Allah wajibkan baginya terkait puasa, dan Nabi menjawab:
شَهْرُ رَمَضَانَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا
Syahru ramadhaana illaa an tathathowwa'a syai-an.
Artinya: "(Yang diwajibkan adalah) puasa bulan Ramadan, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunnah (tambahan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
![]() |
| Siswa Dan Siswi SD Negeri Komplek Cibeber Menyambut Bulan Ramadhan 1447 Hijriah |
poin-poin utama penjelasan Al-Qur'an mengenai puasa Ramadan:
1. Mencapai Takwa
Dalam ayat 183, Allah menyampaikan bahwa tujuan akhir dari ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan untuk membentuk karakter Takwa.
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
2. Kewajiban dan Keringanan
Al-Qur'an adalah kitab yang sangat realistis. Allah swt memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki hambatan fisik, seperti Orang sakit atau dalam perjalanan (musafir) Boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain, Orang yang sangat berat menjalankan (tua renta/sakit menahun) Wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin).
3. Ramadan sebagai Bulan Al-Qur'an
Al-Qur'an menjelaskan mengapa bulan Ramadan dipilih sebagai waktu berpuasa. Hal ini karena Ramadan adalah bulan "ulang tahun" turunnya wahyu pertama.
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)..." (QS. Al-Baqarah: 185)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berikan komentar supaya lebih bagus lagi artikelnya!